SKEMALAMPU LED CARA MEMBUAT LAMPU LED 220VAC TANPA DRIVER. KUMPULAN SKEMA ELEKTRONIKA LED AND LIGHT. RANGKAIAN LAMPU LED ARJIP S BLOG. CARA 'Membuat Sendiri Lampu LED Hemat Energi Eyuana Com May 3rd, 2018 - Membuat Sendiri Lampu LED Hemat Kalau gag coba pakai ukuran 470nF 400v untuk
CaraService Lampu Hemat Energi Philips. Lampu Hemat Energi (LHE) atau lampu neon bolam bila sudah digunakan dalam jangka waktu tertentu pasti akan mati. Kebanyakan orang langsung membuangnya dan membeli yang baru. Namun bagi yang hobi otak-atik atau ngoprek, lampu mati bisa dijadikan hobi dan bisnis yang menguntungkan dengan membuka jasa
Lampuled memang terkenal sangat efisien, namun untuk harganya masih digolongkan sangat mahal, sebab kita harus merogoh kocek sekitar Rp 50.000,- untuk membeli sebuah lampu led saja. Bahkan ada harga diatas Rp150.000,- tergantung merk pada masing-masing lampu tersebut.
Emisilampu LED disebabkan oleh komponen: Indio. Galio. Nitrogen. Al bercampur dan karena arus mereka terus memancarkan cahaya kebiruan. Dengan mencampur komponen pada lapisan dioda yang telah dibuat dengan beberapa lapisan silikon, dan menerapkan listrik melanjutkan untuk menerangi.
. 1. Pendahuluan 2. Bahan dan Alat Yang Dibutuhkan a. Bahan Yang Dibutuhkan b. Alat Yang Dibutuhkan 3. Cara Membuat Lampu Hemat Energi a. Langkah-Langkah b. Kelebihan dan Kekurangan 4. Kesimpulan Cara Membuat Lampu Hemat Energi dengan Mudah Tanpa ListrikShare thisRelated posts Apakah Anda merasa bosan dengan lampu yang boros energi? Apakah Anda ingin menciptakan suasana yang lebih nyaman di rumah Anda tanpa membayar biaya listrik yang mahal? Jika demikian, maka artikel ini tepat untuk Anda! Kami akan membahas tentang cara membuat lampu hemat energi dengan mudah tanpa menggunakan listrik. Ini adalah solusi sempurna untuk mereka yang ingin menghemat energi dan anggaran, serta memberikan sentuhan indah pada interior rumah. Bagaimanapun, lampu bukan hanya digunakan untuk memperbaiki tampilan ruangan, tetapi juga meningkatkan mood dan kesehatan penghuni ruangan. Berikut ini adalah beberapa bahan yang Anda butuhkan untuk membuat lampu hemat energi botol plastik bekas, pipa PVC hitam, sepotong velcro, cat hitam dan kawat tembaga. Dengan menggunakan bahan-bahan tersebut, Anda dapat membuat lampu hemat energi dengan mudah dan sederhana. Mungkin terdengar sulit bagi beberapa orang, namun tutorial ini akan membantu Anda membuat lampu hemat energi tanpa kesulitan. Selain itu, proses pembuatan lampu ini juga menyenangkan dan memacu kreativitas Anda. Anda bisa mendapatkan hasil yang tak terduga dan unik. Kini saatnya untuk mencoba hal baru yang menyenangkan dengan lampu hemat energi tanpa listrik. Yuk simak artikel selanjutnya! “Cara Membuat Lampu Tanpa Listrik” ~ bbaz 1. Pendahuluan Hemat energi menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan pada waktu sekarang ini mengingat semakin sulitnya mendapatkan sumber energi yang murah dan terjangkau. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menekan penggunaan energi adalah dengan membuat lampu hemat energi secara mandiri dan mudah, tanpa menggunakan listrik. Dalam artikel ini, akan dibahas cara membuat lampu hemat energi dengan mudah tanpa listrik. 2. Bahan dan Alat Yang Dibutuhkan a. Bahan Yang Dibutuhkan Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lampu hemat energi adalah sebagai berikut Bahan Jumlah Botol bekas 1 buah Lilin 2 buah Sampul plastik bening 1 buah Isolasi secukupnya Gunting 1 buah b. Alat Yang Dibutuhkan Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat lampu hemat energi adalah sebagai berikut Alat Jumlah Pisau 1 buah Korek api 1 buah Spidol 1 buah a. Langkah-Langkah Berikut adalah langkah-langkah cara membuat lampu hemat energi dengan mudah tanpa listrik Siapkan botol bekas, isolasi dan lilin. Gunting botol bekas di tengah-tengah bagian atasnya. Letakkan lilin di dalam botol bekas dengan melelehkan sedikit ke bagian bawah. Tutup bagian atas botol bekas dengan isolasi agar udara tidak masuk. Buat lubang kecil pada isolasi di atas lilin. Pasang sampul plastik bening di atas lubang isolasi. Lampu hemat energi siap digunakan. b. Kelebihan dan Kekurangan Berikut adalah kelebihan dan kekurangan menggunakan lampu hemat energi ini Kelebihan Kekurangan Menciptakan cahaya yang cukup terang untuk menerangi ruangan. Waktu pemanasan lilin membutuhkan waktu lama. Hemat energi dan ramah lingkungan karena tidak digunakan listrik. Tidak efektif jika digunakan pada ruangan yang besar. Dapat dijadikan sebagai solusi alternatif ketika terjadi pemadaman listrik. Mudah mati jika terjatuh atau terkena angin. 4. Kesimpulan Dalam artikel ini, telah dijelaskan cara membuat lampu hemat energi dengan mudah tanpa listrik. Meskipun memiliki kekurangan dalam penggunaannya, namun lebih hemat energi dan ramah lingkungan serta dapat dijadikan sebagai solusi alternatif ketika terjadi pemadaman listrik. Jadi, cobalah membuat lampu hemat energi ini dan rasakan manfaatnya! Cara Membuat Lampu Hemat Energi dengan Mudah Tanpa Listrik Terima kasih telah mengunjungi blog kami! Kami berharap artikel tentang cara membuat lampu hemat energi tanpa listrik ini bermanfaat bagi Anda. Memiliki lampu yang hemat energi sangat penting dalam upaya kita untuk menjaga lingkungan. Dengan menggunakan benda-benda sederhana yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti botol plastik atau kaleng bekas, Anda bisa membuat lampu hemat energi sendiri di rumah Anda. Di samping ramah lingkungan, membuat lampu hemat energi juga dapat mengurangi tagihan listrik bulanan Anda. Jadi, selain membantu planet kita, Anda juga bisa menghemat uang. Jangan ragu untuk mencoba cara membuat lampu hemat energi tanpa listrik yang telah kami bagikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memotivasi Anda untuk lebih peduli terhadap lingkungan kita. Sampai jumpa di artikel-artikel kami berikutnya! Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Cara Membuat Lampu Hemat Energi dengan Mudah Tanpa Listrik beserta jawabannya Apa bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lampu hemat energi tanpa listrik? Jawaban Beberapa bahan yang diperlukan antara lain botol plastik bekas, air, oli sayur atau minyak kelapa, dan bahan penerangan seperti LED. Bagaimana cara membuat lampu hemat energi tanpa listrik? Jawaban Pertama-tama, potong botol plastik bekas menjadi dua bagian. Kemudian, isi separuh bagian dengan air dan tambahkan beberapa tetes oli sayur atau minyak kelapa sebagai bahan bakar. Selanjutnya, pasang LED di tengah-tengah bagian atas botol yang sudah dipotong dan pastikan kawat LED terpasang dengan baik pada tutup botol. Setelah itu, pasang bagian atas botol yang sudah dipotong tadi pada bagian bawah botol yang sudah diisi dengan air dan bahan bakar, dan lampu hemat energi siap digunakan. Bagaimana cara menghemat energi menggunakan lampu ini? Jawaban Lampu hemat energi ini dapat menghemat energi karena tidak menggunakan listrik dan hanya menggunakan bahan bakar yang mudah didapat. Selain itu, lampu ini juga dapat digunakan sebagai sumber cahaya cadangan saat listrik padam atau saat sedang berkemah di tempat yang tidak memiliki sumber listrik. Apakah lampu hemat energi tanpa listrik ini aman digunakan? Jawaban Ya, lampu hemat energi tanpa listrik ini aman digunakan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar kita. Namun, tetap perlu diingat untuk tidak meninggalkan lampu ini menyala terlalu lama dan menjauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
- Banyak cara yang bisa kita lakukan demi menghemat tagihan listrik di rumah. Salah satunya dengan memperhatikan jenis lampu yang digunakan serta pemakaiannya di setiap daya yang digunakan pada lampu tidak terlalu besar dibandingkan dengan perabotan elektronik lain, tetapi jika di dipakai terus-menerus tentu dapat membuat tagihan listrik membengkak. Baca juga Ragam Keunggulan lampu LED yang Perlu Diketahui Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk menghemat listrik adalah menggunakan light emitting diode atau lampu LED. Teknologi yang dihadirkan lampu LED ini dapat menghemat penggunaan daya dalam menerangi suatu ruangan dibandingkan lampu neon atau pijar."LED itu sudah jelas hemat listrik, dari 40 watt kita hanya pakai 4 watt atau 7 watt. Itu saja sudah ada penghematan pemakaian listrik." Begitu kata Yudith Nurwulan, public relation and business development in-Lite, di Jakarta, Kamis 9/6/2022. Selain lebih hemat energi, lampu LED juga termasuk ke dalam perabotan rumah tangga yang berkelanjutan. Penggunaannya dapat dikatakan mengurangi emisi karbon serta tidak menghasilkan panas berlebih dan tidak ada senyawa berupa merkuri atau komponen kimiawi yang berpotensi merusak lingkungan ketika sudah tidak terpakai atau rusak. Baca juga Selain Estetik, Lampu Sunset Dapat Membuat Perasaan Lebih Baik Selain itu, cara selanjutnya dalam menghemat listrik dengan lampu adalah penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.
Jumpa lagi di Pusat Pengetahuan dan Teknologi...!!! Penggunaan lampu LED light Emitting Diode sudah mulai banyak digunakan saat ini, dikarenakan lampu led mampu menghemat penggunaan konsumsi daya listrik sampai dengan 85% bila dibandingkan jika kita menggunakan lampu halogen atau lampu pijar biasa. Sedangkan lampu efisiensi lampu jari / CFL hanya mampu menghemat konsumsi daya listrik sekitar 30% . Sangat fantastis bukan kemajuan teknologi sekarang ini. Karena efisiensinya kemungkinan pada suatu saat nanti kemajuan teknologi lampu led digunakan sebagai model sumber penerangan masa depan karena lampu ini dapat menekan pemanasan global dan pemborosan penggunaan daya listrik PLN. Hal ini terbukti sebab lampu led sudah banyak di aplikasikan untuk penerangan rumah, penerangan jalan, lampu lalu-lintas, lampu senter, interior/eksterior gedung mewah,dsb. "Wah berarti nanti sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir lagi dari PLN. hehehe.... D D'' Menuju ke Pembuatan Lampu Led Lampu led memang terkenal sangat efisien, namun untuk harganya masih digolongkan sangat mahal, sebab kita harus merogoh kocek sekitar Rp untuk membeli sebuah lampu led saja. Bahkan ada harga diatas tergantung merk pada masing-masing lampu tersebut. Tidak mengherankan jika masyarakat pedesaan belum banyak yang menggunakan teknologi ini. Untuk itu pada postingan kali ini kami tim kreatif mencoba untuk membantu anda membuat lampu efisiensi lampu led dengan biaya rendah dan komponen mudah di dapatkan. Masalah kualitas keawetan tidak kalah dengan lampu yang dijual di pasaran, mungkin hanya kalah dari segi tampilan saja - . Komponen dan Estimasi Harga Komponen 1. Lampu LED warna putih bening sebanyak 25 pcs..Rp 500,- = Rp. 2. Dioda IN4007 sebanyak 4 pcs.............................Rp1000,- = Rp. 3. Kapasitor milar 330nF/450 Volt............................Rp1000,- = Rp. 1000,- 4. Elco 4,7uF / 450 Volt..........................................Rp1500,- = Rp. 1500,- 5. Resistor ukuran R 470K......................................Rp 250,- = Rp. 250,- 6. Resistor ukuran R 330ohm................................. Rp 250,- = Rp. 250,- - + TOTAL PENGELUARAN = Rp. Tapi jika anda memiliki lampu bekas efisiensi CFL Compact Fluorescent Light yang sudah rusak, maka bekas lampu tersebut jangan dibuang dulu, kita dapat menggunakan sebagian komponennya untuk membuat lampu led efisiensi ini. Anda tinggal membelikan kekurangannya saja. Sebab pada rangkaian bekas ballast CFL sudah terdapat hampir semua komponennya. Memanfaatkan barang bekas berarti anda telah ikut membantu menyelamatkan bumi dari pemanasan global "Global Warming" . Langkah Pembuatan 1. Langkah awal yang perlu disiapkan adalah membuat rangkaian seperti gambar diatas. Manfaatkan casing lampu jari untuk digunakan nantinya sebagai pengganti wadah untuk lampu led efisiensi ini. Untuk pemantul cahayanya gunakan bekas kaset VCD yang sudah rusak. Langkah Kerja Pembuatan Lampu LED Setelah rangkaian dirangkai, test dulu dengan led yang kita seri sementara untuk nantinya dicoba dengan listrik AC 220 Volt. Saya sarankan jangan memegang rangkaian ini saat dilakukan pengujian rangkaian, sebab rangkaian ini terhubung langsung dengan listrik tegangan tinggi 220 Volt. ** Perlu diketahui besarnya arus yang diperbolehkan masuk pada LED sekitar 10mA 20mA. Tegangan kerja pada sebuah led putih sekitar 3 Volt 3,7 Volt. Jika tegangan kerja diatas tegangan ini kemungkinan lampu led tidak awet, mudah putus bahkan bisa terbakar. 2. Setelah langkah satu sudah dikerjakan, pada langkah dua ini kita pasangkan rangkaian yang sudah jadi ke dalam tempat bekas lampu jari CFL. Buat Rangkaiannya serapi mungkin dan tidak mengurangi estetika kesopanan. 3. Pada langkah ini uji coba kembali rangkaian lampu efisiensi LED yang telah anda buat sebelum dipasang permanen. 4. Tahap Pemasangan pada dinding kamar, dan ternyata hasilnya lumayan terang untuk menerangi ruangan kamar tidur. Akan tetapi kalau soal kecerahan pastinya kalah jauh jika dibandingkan dengan lampu CFL Lampu hemat energi model tabung . Namun kembali lagi ke segi efiensinya mas brow... bahwa lampu ini dapat menghemat 85 % konsumsi daya listrik dan dalam segi umur lampu ini jauh lebih awet dibanding lampu hemat energi yang anda gunakan saat ini. Dan dalam segi kesehatan lampu ini tidak mengandung bahan berbahaya mercury yang membahayakan kesehatan kita. - Silahkan Berkomentar.......... dan Jangan Lupa untuk Mencoba Membuatnya !!!! Untuk Perhitungan Daya Lampu LED sebagai berikut a. Mencari Beban Kerja Lampu Led R = Vs-Vd / I dimana, R = Resistor I = Arus LED Arus max. led = 20 mA Vs = Tegangan sumber Listrik PLN 220 V Vd = Tegangan kerja LED Tegangan kerja maksimal led = 3,7 Volt Jadi R = 220V – 3,7 V x 25 pcs / A R = 220V – 92,5V / A R = V / 0,02 A R = 6375 ohm b. Mencari Besarnya Arus Total Lampu Led Id = Vs-Vd / R dimana, Id = Arus Lampu Led Vs = Tegangan Sumber Vd = Tegangan kerja LED R = Beban total LED Jadi Id = 220 V - 92,5 V / 6375 ohm Id = 127,5 V / 6375 ohm Id = A Pd = Id x Vd dimana, Pd = Besarnya daya lampu led Id = Arus Lampu Led Vd = Tegangan kerja yang dibutuhkan lampu led Jadi Pd = 0,02 A x 92,5 V Pd = 1,85 Watt Wah dayanya kecil banget ya ?? maka hanya dengan daya output sebesar 1,85 Watt kita dapat lebih hemat dalam penggunaan daya listrik dirumah kita. Jika kita hitung berdasarkan tarif dasar PLN selama 1 bulan - Semisal lampu kita hidupkan selama 12 jam / hari jam jam - Harga Tarif Dasar Listrik PLN Per kWh R1 Daya 450 VA = Rp 415 per kWh R1 Daya 900 VA = Rp 605 per kWh R1 Daya VA = Rp 979 per kWh R1 Daya VA = Rp per kWh Rumus Perhitungannya = Pemakaian x Tarif Dasar Listrik Semisal listrik rumah menggunakan 900 VA, maka perhitungannya sbb 1,85 Watt x 12 jam = 22,2 Watt Dalam 1 bulan = 22,2 Watt x 30 hari = 666 Watt 0,666 kWh Uang yang dikeluarkan untuk membayar lampu LED selama 1 bulan = 0,666 kWh x Rp 605,- = Rp 402,93,- Dalam satu bulan kita hanya membayar biaya lampu sebesar Rp 402,93,- Biayanya Pengeluarannya Murah khan ?? makanya ayo kita segera bikin LAMPU LED sendiri dengan memanfaatkan barang - barang bekas yang tidak terpakai dirumah. Artikel Tentang Membuat Sendiri Lampu LED Hemat Energi -
Lampu hemat energi atau lampu fluoresen kompak CFL adalah sebuah teknologi lampu yang menggunakan teknik luminesensi reaksi ion yang saling bertumbukan untuk menghasilan foton serta cahaya ultraviolet. Pada beberapa daerah di Indonesia, lampu fluoresen kompak atau lampu CFL memiliki istilah lain sebagai lampu hemat energi. Hal ini terjadi karena energi yang dibutuhkan untuk menyalakan cahaya lampu fluoresen kompak CFL lebih hemat dibandingkan dengan teknologi lampu pijar atau fluoresen kompak CFL di pasaran memiliki nama pasar sebagai lampu hemat energi. Secara umum, lampu hemat energi menghemat energi dengan cara memproduksi cahaya tanpa melepas kalor atau energi panas secara kerjanya mirip seperti makhluk hidup kunang-kunang dan cacing pendar yang mengandung bahan kimia dan dapat membuat cahaya dingin tanpa panas. Kemudian beberapa literatur menyebutkan bahwa cara kerja ini merupakan teknik luminesensi. Luminesensi adalah sebuah fenomena fisika yang menimbulkan sebuah emisi cahaya dari reaksi ion sub atomik akibat adanya energi listrik dan senyawa kimia yang terkandung di luminesensi jenisnya ada banyak, namun pada Lampu CFL menggunakan jenis elektroluminesensi. Cara kerja teknik elektroluminesensi pada lampu hemat energi akan dijelaskan secara lebih mendetail pada artikel berikut Lampu Hemat Energi Komponen pada lampu fluoresen kompak CFL atau lampu hemat energi cara kerjanya saling terhubung menjadi satu kesatuan sistem lampu. Sehingga apabila sati komponen tidak berfungsi, maka akan mempengaruhi cara kerja dari lampu fluoresen kompak CFL secara anda tidak perlu membeli lampu fluoresen kompak CFL di Toko Listrik kemudian membongkarnya. Anda cukup membaca terkait komponen lampu CFL serta fungsinya dari artikel berikut pada lampu hemat energiSumber Energy EducationLampu fluoresen kompak CFL atau lampu hemat energi memiliki beberapa komponen yang terdiri dari cover lapisan pelindung lampu CFL, tabung kaca coil coil gas tube lampu CFL, lapisan fosfor phospor coating, mercury vapor, ballast serta Cover / Lapisan Pelindung Lampu CFLBeberapa jenis lampu fluoresen kompak CFL atau lampu hemat energi memiliki cover atau lapisan pelindung untuk melindungi tabung kaca coil. Tabung kaca coil sangat rentan dengan perubahan suhu lingkungan, sehingga penggunaan cover memang beberapa kasus di Indonesia yang hanya memiliki dua musim, penggunaan cover tidak wajib meskipun lampu CFL terpasang pada luar Tabung Kaca Coil / Coil glass tube Lampu CFLCoil pada lampu CFL merupakan sebuah tabung kaca berbentuk silinder yang menjadi lintasan atau medium cahaya dari gas dan merkuri. Sehingga pada lapisan ini akan terasa panas jika telah menyala selama beberapa Lapisan Fosfor / Phosphor coatings Lampu CFLMerupakan sebuah lapisan pada bagian dalam tabung kaca yang memiliki fungsi untuk mengkonversikan energi menjadi cahaya tampak dan berbagai gas. Lapisan atau coating ini melekat pada kaca bagian dalam, sehingga membuat tabung kaca tampak berwarna putih dari Merkuri dan Argon Lampu CFLMerupakan sebuah senyawa ion argon dan gas merkuri yang dapat bereaksi ketika elektroda teraliri listrik. Reaksinya dengan menabrakkan elektron ke senyawa ion argon dan merkuri yang dapat menyebabkan keluarnya sinar foton dan Ballast Lampu CFLBallast memiliki fungsi untuk mengatur arus dan tegangan listrik yang masuk ke base lampu kemudian mengalirkannya ke Base Lampu CFLBase pada lampu CFL merupakan sebuah konduktor yang memiliki fungsi untuk mengalirkan listrik dari fitting menuju ballast lampu Cara Kerja Lampu Hemat EnergiAnda mungkin pernah memiliki lampu neon panjang di rumah atau di kantor anda selama bertahun-tahun. Lampu CFL atau lampu hemat energi memiliki cara kerja yang sama persis, hanya saja bentuknya lebih ringkas/kompak. Kompak maksudnya dengan volume yang kira-kira sama dengan bola lampu luar, lampu fluoresen ringkas dengan dua bagian utama Pertama adalah bagian penampang kemudian yang kedua adalah bagian lampu kaca. Meskipun sederhana dan kompak, bagaimana cara kerja lampu CFL cukup cara kerja lampu hemat energiBagaimana lampu hemat energi bekerja yakni menggunakan teknik elektroluminesensi. Penasaran? berikut ini adalah cara kerjanya1. Anda mencolokkan bagian alas penampang ke stop kontak sehingga arus listrik mulai Tepat di dalam rumah penampang terdapat sirkuit elektronik kecil, yang berisi transformator untuk meningkatkan tegangan listrik yang masuk. Kemudian fungsi sirkuit elektronik tersebut membuat lampu dapat menghasilkan lebih banyak Sirkuit elektronik tersebut terhubung ke beberapa kontak elektrik yang disebut elektroda. Kemudian tujuan dari elektroda ini adalah untuk memancarkan Ketika listrik mengalir ke elektroda, elektron titik merah "mendidih" dari permukaannya dan kemudian meluncur ke bawah tabung putih tipis yang mengandung gas merkuri. Gas tersebut merupakan titik biru yang lebih Saat elektron meluncur di dalam tabung, kemudian mereka bertabrakan dengan atom merkuri. Tabrakan ini memberi energi pada atom merkuri sehingga elektron melompat ke tingkat energi yang lebih tinggi. Namun, ini membuat atom merkuri menjadi tidak stabil, sehingga elektron dengan cepat kembali ke keadaan dasarnya. Ketika itu terjadi, hasil tabrakan tersebut mengeluarkan foton sinar ultraviolet yang tidak terlihat pada frekuensi yang sedikit lebih tinggi daripada cahaya biru yang dapat kita lihat, yang ditampilkan di sini sebagai garis gelombang warna Jika lampu fluoresen membuat cahaya tak terlihat, kenapa bisa menyala dengan warna putih? Inilah bagian menariknyanya. Tabung kaca tipis dari lampu fluoresen tercakup dalam bahan kimia berwarna putih yang disebut fosfor. Kemudian ketika sinar ultraviolet menghantam atom fosfor Titik abu-abu, ia menggerakkan elektronnya dengan cara yang sama seperti atom merkuri bereaksi. Hal ini membuat atom fosfor menjadi tidak stabil, sehingga mereka melepaskan energi berlebih sebagai foton, yang kali ini kebetulan terlihat menjadi cahaya putih garis bergelombang warna kuning.Keunggulan dan Kekurangan Lampu Hemat EnergiKeunggulan utama dari lampu hemat energi atau lampu CFL adalah penggunaan energinya yang efisien. Anda dapat mendapatkan cahaya yang sama antara lampu pijar 100 Watt dengan lampu CFL 22 Watt. Selain itu, lampu hemat energi memiliki daya tahan yang lebih lama meskipun kekurangannya harga lampu CFL atau lampu hemat energi lebih penggunaan lampu CFL atau lampu hemat energi cukup ramah lingkungan karena meminimalisir penggunaan emisi karbon jika dibandingkan dengan lampu pijar. Kemudian lampu CFL atau lampu hemat energi memiliki keunggulan dalam hal pengaturan, sebagai contoh pada lampu mobil yang dapat memberikan efek dim lampu jarak jauh.Lampu fluoresen kompak CFLSumber Groton UtilitiesMeskipun memiliki banyak keunggulan, namun ternyata lampu hemat energi atau lampu fluoresen kompak CFL juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah harganya yang cukup mahal apabila dibandingkan dengan lampu pijar. Selain itu lampu CFL atau lampu hemat energi juga mengandung merkuri, merkuri sangat berbahaya bagi makhluk apabila tabung kaca pecah atau terlepas, tidak disarankan untuk tetap menyalakan lampu karena merkuri dapat keluar dan memberikan efek buruk bagi sekitar. Kemudian kita tidak diperbolehkan membuang lampu secara sembarangan karena menyebabkan pencemaran lingkungan akibat senyawa yang ada di dalam tabung lampu hemat energi atau lampu kesimpulan singkatnya, lampu hemat energi atau lampu fluoresen kompak menghasilkan energinya dalam proses tiga langkah Pertama, elektroda mengambil energi listrik dari catu daya dan menghasilkan elektron yang elektron yang bergerak bertabrakan dengan atom merkuri di dalam tabung untuk menghasilkan sinar ultraviolet. Pada akhirnya lapisan fosfor putih pada tabung mengubah sinar ultraviolet menjadi cahaya tampak yang dapat kita lihat pada nyala lampu hemat hemat energi memiliki kelebihan keunggulan serta kekurangan. Kelebihan keunggulan lampu hemat energi adalah hemat energi, daya tahan lama, dapat diatur secara fleksibel serta meminimalisir emisi karbon. Kemudian untuk kekurangan lampu hemat energi adalah harganya mahal serta mengandung merkuri yang berbahaya bagi makhlukh hidup dan lingkungan.
cara membuat lampu led hemat energi